Rabu, 12 Agustus 2009

Daftar Tempat Wisata Di Pulau Sumatera

ACEH

1. Wisata Sepeda
Wisata sepeda telah menjadi sebuah kegiatan wisata yang baru dan terkenal di Aceh, yang pada umumnya diminati oleh masyarakat setempat, khususnya kaum muda dan anggota keluarga. Menikmati pemandangan alam yang indah dengan mengendarai sepeda menjadi tujuan utama untuk relaksisasi dan kesehatan.

Kegiatan wisata sepeda dengan menggunakan berbagai macam model dan ukuran sepeda sering dilakukan pada setiap hari Minggu dan hari-hari libur umum lainnya. Di Kota Banda, rute perjalanan wisata sepeda dimulai dari Lapangan Blang Padang ke berbagai tempat dengan pemandangan alam yang indah. Kadang­kadang, rute perjalanan tersebut akan berakhir di lokasi pantai yang terkenal, seperti Lhok Nga don Lampuuk – Aceh Besar, sehingga menjadi saat-saat yang sangat indah untuk melakukan kegiatan berenang bersama kelompok lainnya.

Setiap orang dapat menikmati kegiatan berwisata dengan sepeda secara gratis asalkan memiliki sepeda sendiri. Bagaimanapun, menikmati keindahan alam dengan mengendarai sepeda akan menjadi pengalaman yang sangat menarik serta menjadi sebuah kesempatan untuk mengenal dan menciptakan persahabatan melalui hobi yang sama.

2. Pekan Kebudayaan Aceh
Pekan Kebudayaan Aceh ke-5 merupakan sebuah event kebudayaan Aceh yang sangat penting dalam rangka memperkenalkan kekayaan dan keanekaragaman budaya Aceh, khususnya bagi masyarakat Aceh dan masyarakat luar Aceh dengan berbagai atraksi seni dan budaya Aceh.

Pekan Kebudayaan Aceh ke-5 dengan tema “Satukan Langkah, Kita Bangun Aceh dengan Tamaddun" bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengaktualisasi nilai­-nilai budaya Islami, meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap budaya Aceh, melestarikan keragaman budaya untuk memperkokoh perdamaian di Aceh serta memperkenalkan pariwisata Aceh.

Pekan Kebudayaan Aceh ke-5 akan dilaksanakan selama 10 hari pada tanggal 2 s/d 11 Agustus 2009 di Taman Sultanah Safiatuddin, yang merupakan sebuah taman untuk mengenang seorang Ratu Aceh yang pernah berhasil memimpin Aceh sejak 1641-1672. Beberapa kegiatan utama PKA meliputi pawai budaya, pameran, seminar budaya, gebyar seni, permainan rakyat, atraksi budaya, anugerah budaya, pasar wisata dan seni, tour wisata, kenduri rakyat dan renungan malam budaya.

PKA pertama kalinya digelar pada tahun 1958 dan seharusnya digelar setiap empat tahun sekali dengan tujuan untuk menunjukkan dan memperkenalkan kekayaan budaya Aceh serta untuk menjalin persatuan. Namun, PKA tersebut hanya berhasil dilaksanakan sebanyak empat kali karena alasan keamanan pada masa itu. Seluruh kabupaten/kota akan menampilkan keanekaragaman atraksi budaya dan seni.

Pekan Kebudayaan Aceh dengan berbagai atraksi budaya akan menjadi sebuah event budaya yang sangat menarik, khususnya bagi wisatawan yang berkunjung ke Aceh.

3. Perlombaan Pacuan Kuda Tradisional
Perlombaan pacuan kuda merupakan sebuah atraksi khas dari Tanah Gayo Aceh Tengah, sekaligus merupakan event tahunan di kabupaten ini. Suasana pada event ini akan terasa sangat kental dengan berbagai budaya pesta rakyat karena memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan menjadikannya obyek wisata budaya yang atraktif.

Pacuan kuda tradisional yang merupakan event resmi Pemda Aceh Tengah diikuti oleh empat kabupaten, yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Bireuen. Ratusan ekor kuda setiap tahun ikut memeriahkan event pacuan kuda ini yang juga melibatkan berbagai kuda lokal dataran tinggi Gayo dan kuda “Astaga” (hasil perkawinan silang antara kuda Australia dengan Gayo).
Arena sekaligus tempat dibukanya pacuan kuda, yaitu Lapangan Blang Bebangka, Pegasing, memiliki panjang lingkaran trek 1.000 meter. Kuda-kuda yang akan dipertandingkan meliputi empat kelas berdasarkan tinggi tubuh kuda.

Event pacuan kuda menjadi bagian budaya masyarakat dataran tinggi Gayo yang selalu digelar setiap Agustus tiap tahunnya, yang diiringi dengan berbagai atraksi dan permainan lainnya, seperti sepak bola, bola voli, lomba lari, bola keranjang, sepak takraw, panjat tebing dan balap mobil.

4. Mesjid Raya Baiturrahman
Mesjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu daya tarik wisata budaya yang paling menonjol di Banda Aceh, sekaligus menjadi “icon” pariwisata Aceh. Bangunan ini secara strategis terletak di jantung Kota Banda Aceh yang dilengkapi dengan berbagai arsitektur dan ornamen khas Aceh yang luar biasa. Mesjid ini menjadi salah satu sasaran kunjungan wisatawan.

Mesjid ini dibangun sekitar 12 abad yang lalu dan pernah dibakar beberapa kali termasuk ketika Belanda menyerang Kuta Raja (Banda Aceh) pada tahun 1873. Kemudian pada tahun 1883 Belanda membangun kembali mesjid tersebut dalam upaya mengambil hati rakyat Aceh. Bangunan mesjid ini memiliki lima buah kubah dan dinding yang lebar serta kerangka yang besar. Di sekitar dasar kubah, dinding dan pilar terdapat bermacam jenis hiasan yang menarik.

5. Perkebunan Kopi
Aceh Tengah dan Bener Meriah telah lama terkenal dengan hamparan perkebunan kopi yang sangat luas dengan jenis kopi "Arabica dan Robusta". Perkebunan kopi tersebut menjadi wisata agro yang didukung dengan iklim alamnya yang dingin karena berada pada ketinggian sekitar 1.500 m dpl. Masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah pada umumnya hidup dengan bertanam kopi sejak zaman Belanda. Kopi dari daerah ini telah dikenal dan diekspor ke luar negeri, khususnya ke Eropah.

6. Peringatan Bencana Tsunami di Aceh

Terjadinya gempa dengan kekuatan 8.9 Skala Richter dan disusul dengan gelombang tsunami telah menghancurkan Aceh pada tanggal 26 Desember 2004. Kehilangan nyawa manusia diperkirakan mencapai 180 ribu orang akibat dampak langsung dari bencana tersebut. Dan kehancuran yang luar biasa telah mengakibatkan kehancuran ekonomi Aceh dengan kerusakan pada berbagai sarana dan prasarana ekonomi dan SDM. Bencana ini telah menjadi sebuah tragedi menakutkan dalam sejarah kemanusiaan.

Banda Aceh sebagai Ibukota Provinsi juga mengalami kerusakan dengan jumlah korban yang besar, khususnya di kawasan Pantai Ulee Lheue. Diperkirakan hanya 600 orang yang selamat dari jumlah penduduk 6000 dengan jumlah korban terbesar adalah di pihak anak-anak dan wanita. Beberapa daerah lainnya di Aceh yang juga mengalami kerusakan berat adalah Calang, Meulaboh, Aceh Besar, dll.

Bencana gempa dan Tsunami telah berlalu, namun masih meninggalkan berbagai kenangan pahit dan cerita, khususnya bagi mereka yang kehilangan anggota keluarga dan harta benda.

Pemerintah Aceh dalam rangka mengenang bencana gempa dan tsunami yang menimpa Aceh akan terus mengadakan Peringatan Bencana Tsunami setiap tahunnya tanggal 26 Desember, khususnya di lokasi terjadinya Tsunami. Peringatan Bencana Tsunami tersebut bertujuan untuk mengenang kembali masyarakat yang menjadi korban, sekaligus sebagai momentum untuk terus bangkit dari keterpurukan dan kehancuran. Selama Peringatan Bencana Tsunami akan dilakukan berbagai kegiatan religius, seperti Renungan dan Zikir, Shalawat Badar, Tausyiah Tsunami dan Pembacaan Doa Bersama.


Sumatra Utara

1. BUKIT LAWANG

Bukit Lawang adalah nama tempat wisata di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara yang terletak 68 km sebelah barat laut Kota Binjai dan sekitar 80 km di sebelah barat laut kota Medan. Bukit Lawang termasuk dalam lingkup Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan daerah konservasi terhadap mawas orang utan.
Beberapa tahun lalu tepatnya pada tanggal 2 November 2003, Bukit Lawang dilanda tragedi banjir bandang yang menyebabkan ratusan rumah penduduk serta wisma-wisma penginapan di tepian Sungai Bahorok hancur lebur.


2. GUNDALING

Gundaling merupakan salah satu daerah objek wisata di Brastagi, Kabupaten Karo, sekitar 50 km dari Medan, Sumatra Utara. Gundaling adalah daerah ketinggian yang menyajikan panorama indah kota Brastagi dan sekitarnya.
Di dalam daerah wisata Gundaling, banyak terdapat penginapan-penginapan dari tingkat bungalow sampai dengan hotel berbintang.


3. PARAPAT

Parapat (disebut pula Prapat), adalah sebuah kota tujuan wisata di tepi Danau Toba, tepatnya berada di wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, berjarak sekitar 48 km dari Pematangsiantar. Parapat menjadi salah satu titik persinggahan penting dari Jalan Raya Lintas Sumatera bagian barat yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Padang.
Di Parapat banyak bertaburan hotel-hotel berbintang maupun bungalow-bungalow sejenis wisma penginapan yang menampung turis-turis domestik walaupun mancanegara yang berpesiar ke Danau Toba.
Dari Parapat sendiri ada pelabuhan feri yang melayani perhubungan air ke Pulau Samosir tepatnya ke pelabuhan Ajibata. Bila tidak melalui Parapat, maka untuk mencapai Pulau Samosir lewat perhubungan darat seseorang harus mengitari tepian Danau Toba sampai ke Pangururan karena di sanalah Pulau Samosir berhubungan dengan daratan Pulau Sumatera.
Parapat sangat terkenal dengan keindahan danau tobanya. Kota ini menjadi objek wisata terkenal di Sumatera Utara. Bahkan, di era 1990-an, tepatnya sebelum tahun 1997, kota ini menjadi destinasi favorit para turis-turis luar negeri, terutama berasal dari Belanda, Malaysia, Singapura, Jerman, Jepang, Korea, bahkan ada juga yang berasal dari Amerika. Namun, pada tahun 1997, terjadi gejolak krisis moneter yang membuat para turis menjadi enggan berwisata ke tempat ini.
Padahal dahulunya, dalam setahun danau toba pernah meraih predikat sebagai destinasi terfavorit di Indonesia, dengan mencapai lebih dari 4.000.000 wisatawan yang datang ke tempat itu dalam setahun. Namun sekarang, posisi itu telah direbut oleh Bali sebagai destinasi favorit dengan jumlah wisatawan sekitar 2.000.000 orang setiap tahunnya.
Baru-baru ini, sebuah televisi swasta Indonesia melakukan voting di 6 kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Denpasar, Makassar, dan Manado dengan topik daerah wisata manakah yang paling anda sukai di Indonesia, dan hasil poling tersebut menunjukkan bahwa Danau Toba ada di Peringkat ke-2, setelah Bali dan sebelum Candi Borobudur.
Menyambut visi dan misi pemerintah dalam rangka Visit Indonesia Year 2008, pemerintah Kabupaten Simalungun telah melakukan berbagai macam pembenahan. Dalam acara ini, pemerintah kabupaten Simalungun kebagian satu event yang akan dilaksanakan pada bulan September.


4. SIBOLANGIT, DELI SERDANG
Sibolangit adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia.
Di daerah ini terdapat kawasan wisata di Tanah Karo Simalem, Sumatera Utara. Kawasan ini masih termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Deli Serdang, berbatasan dengan wilayah Kabupaten Karo. Daerah ini dapat ditemui saat perjalanan dari Medan menuju Brastagi, tepatnya sebelum daerah Bandar Baru. Sibolangit juga merupakan kawasan perkemahan Pramuka yang populer.
Di kawasan ini pernah jatuh sebuah pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan 152, tepatnya pada tanggal 26 September 1997 di desa Buah Nabar yang rencananya akan mendarat di bandara Polonia, Medan.

5. Istana Maimun
Istana Maimun merupakan salah satu objek wisata di Medan yang merupakan hasil peninggalan dari jaman penjajahan Belanda dulu. Objek wisata tersebut sangatlah indah dan seni arsitekturnya sangatlah mencirikan sebuah bangunan kuno eropa bak istana.
Objek wisata ini terletak di jl. Brigjend Katamso, Medan.

6. Mesjid Raya Medan
Akan sangat sayang, jika anda datang ke Medan tanpa mengunjungi objek wisata satu ini, dengan perpaduan seni artistik yang tinggi dan megah membuat Mesjid Raya kelihatan sangat anggun ditengah - tengah kota Medan.
Tempat ini biasanya dijadikan tempat Ibadah bagi orang - orang muslim di Medan, akan sangat ramai jika ada hari besar orang muslim.
Mesjid Raya Medan dapat anda jumpai di jl. S.M. Raja, Medan.

7. Taman Ria
Jakarta ada Taman Ancol, maka Medan ada Taman Ria, yaitu taman hiburan yang terdapat banyak jenis permainan, hanya saja fasilitas Taman Ria tidak selengkap dan secanggih yang ada di Taman Ancol.
Jika anda piknik ke Medan membawa keluarga dan anak - anak janganlah lupa mengunjungi tempat hiburan satu ini, pokoknya dijamin seru deh ^_^
Taman Ria ada di jl. Gatot Subroto, Medan

8. Taman Air Mancur
Jika anda ingin menikmati keindahan taman bunga yang hijau sambil melihat air pancur maka inilah tempatnya.
Anda bisa membawa bekal dan menikmatinya bersama keluarga di Taman Air Mancur ini.
Dapat anda temui di jl. Cik Ditiro, Medan


Sumatera Barat

1. Sunset Indah Taman Nirwana

Objek wisata pantai selalu menjadi pilihan semua orang. Hembusan angin laut disertai hamparan alam dan lautan lepas, ditingkah debur ombak dan berujung di langit biru lazuardi, membentuk garis horizon di kejauhan, merupakan pesona alam yang menyimpan misteri kebesaran dan keagungan Tuhan
Taman Nirwana, salah satunya, atau yang terkenal dengan sebutan pantai Caroline, merupakan salah satu obyek wisata alam Kota Padang, dengan daya tarik utama berupa wisata bahari. Taman Nirwana memiliki potensi wisata di sepanjang pantai Bungus yang memiliki panorama alam indah di sekitar. Terletak pada jalur wisata jalan raya Bungus-Pessel, sekitar 10 km dari pusat kota. Dapat dicapai dengan kendaraan umum atau pribadi, masuk ke dalam sekitar 500 m, tersembunyi dari kebisingan dan menghadap laut lepas Samudra Indonesia.

Saban hari, khususnya pada hari-hari besar, objek wisata itu selalu ramai diserbu pengunjung. Ketinggian dari muka laut sekitar 1 meter. Suhu pantai antara 24 - 30 derajat Celcius dan kelembaban udara rata-rata 85%. Dari silhuet mentari di ufuk timur, membayang pulau Pisang dan Teluk Bayur di arah Selatan.

Semua keindahan itu dapat dinikmati melalui sejumlah fasilitas pendukug. Diantaranya, pondok wisata berarsitektur Minang, kolam renang anak-anak, beberapa tempat duduk (shelter) untuk rileks memandang laut lepas, jogging track, tempat parkir yang luas dan aman, tempat bermain anak-anak dan camping ground kapasitas 300 orang.

Semilir angin terasa sejuk ketika memasuki gerbang Taman Nirwana. Pohon-pohon kelapa di sekeliling taman itu terlihat melambai-lambai. Terpaan angin pantai membuat suasana sekitar bertambah adem. Sementara itu, jogging melalui jalan setapak bisa dilakukan sambil menikmati berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di hutan sekitar, seperti Musang (Paradoxorus Hermaproditus), Tupai (Callosiorus Notatus) dan Kera (Presbytis Cristata). (sumber : sanny ardhy - padang today)

2. Mendaki Penyangga Langit, Bumi Minangkabau
Gunung Singgalang dikiaskan sebagai salah satu penyangga langit Minangkabau. Tiga puncak utama yang sering disebut Tri Arga, salah satunya adalah gunung dengan tinggi 2.877 meter dari permukaan laut (dpl) ini. Dalam wilayah geografis, gunung ini terletak di Kabupaten Agam. Tepat di sebelahnya, menantang dengan kokoh gunung Marapi, penyangga lainnya selain Talang
Gunung Singgalang dikiaskan sebagai salah satu penyangga langit Minangkabau. Tiga puncak utama yang sering disebut Tri Arga, salah satunya adalah gunung dengan tinggi 2.877 meter dari permukaan laut (dpl) ini. Dalam wilayah geografis, gunung ini terletak di Kabupaten Agam. Tepat di sebelahnya, menantang dengan kokoh gunung Marapi, penyangga lainnya selain Talang.

Gunung Singgalang mempunyai kawasan hutan dipterokarp bukit atau hutan di ketinggian 300 sampai 750 meter dpl. Selain itu, di gunung ini juga terdapat hutan dipterokarp atas (hutan diatas 750 sampai 1.200 meter dpl), hutan Montane (hutan yang berada di ketinggian 1.200-1.500 meter dpl) dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Di kawasan dipterokrap terdapat spesies pohon Seraya, pohon Kemuning dan Meranti. Di hutan dipterokarp atas juga ditemui pohon Meranti Bukit dan pohon Damar Minyak. Di kawasan hutan Montane, merujuk kepada kawasan hutan yang terdapat pada ketinggian 1.200 – 1.500 meter, spesies utamanya terdiri dari pohon Mempening, Berangan, Damar Minyak dan Podo. Beranjak ke hutan ericaceous atau hutan gunung di ketinggian melebihi 1.500 meter, spesies utamanya terdiri dari pohon Kelat, pohon Periuk Kera, dan berbagai-bagai jenis belukar, buluh, resam, paku-pakis, serta lumut.

Gunung Singgalang sendiri termasuk ke dalam jenis vulkanis yang tidak aktif. Gunung ini ditutupi hutan hujan tropis, trek pendakian terjal dan terdapat 2 buah telaga di daerah puncak. Dua telaga tersebut dinamai telaga Dewi telaga Kumbang. Dalam ekspedisi Padang TV minggu lalu, selain sajian flora di atas, satu lagi keunikan yang ditemui tim Padang TV adalah pemandangan tiang listrik dan kabel yang menjuntai.

Tak kurang, dari kaki sampai puncak ditemui sebanyak 28 tiang listrik untuk keperluan tower pemancar TV, provider dan pemantau Polda. Walaupun menguras banyak tenaga, dalam pendakian gunung ini kita tidak akan ingin untuk melewatkan setiap tanjakan yang terjal. Jerih satu persatu langkah diayunkan, akan terbayar dengan pemandangan dan telaga yang berada di puncak gunung.

Setelah beberapa kali istirahat, dalam dua jam perjalanan, tim ekspedisi Padang TV sampai pada mata air satu, tempat dimana para pendaki untuk beristirahat sejenak. Di sini, kita akan bertemu dengan beberapa orang pendaki dengan tujuan sama, rehat sejenak. Derasnya air yang mengalir di tengah heningnya pepohonan akan menjadi harmonisasi bagi para pendaki. “Hal itulah yang kami dengarkan di sana setelah pekak dengan bunyi deru kendaraan atau musik yang tak jelas sambil menikmati secangkir kopi sembari menikmati keindahan hutan tropis,” jelas Dasrul dan Ajib anggota ekspedisi Cerita Sore Padang TV.

Untuk mencapai lokasi, tim Padang TV menggunakan jalur darat. Kalau pendaki beranjak dari bandara Ketaping menuju Bukittinggi, perjalanan ditempuh selama lebih kurang 2 jam perjalanan dengan ongkos sekitar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu. Jalur pendakian bisa dilalui dari tiga titik. Pertama dari Koto Baru, Pandaisikek, Balingka atau dari Toboh (Kanagarian Malalak). Tim ekspedisi sendiri mengambil rute pendakian dari Kotobaru. Perjalanan dimulai dari kota Padang kemudian turun di Kotobaru, perjalaan dilanjutkan ke Pandai Sikek menggunakan angkot dengan ongkos Rp3 ribu per orang.

Bagi yang mengambil rute pendakian dari Balingka, perjalanan dimulai dari Padang turun di Padanglua (Bukittinggi) dan dari Padanglua menuju Batu Tagak dengan ongkos kira-kira Rp2.500-Rp. 4000 menggunakan angkutan pedesaan Batu Tagak-Panambatan. Kalau memilih naik dari Toboh, beranjak dari kota Padang, turun di Padanglua dan perjalanan dilanjutkan menuju Toboh dengan biaya kira-kira Rp3 ribu-Rp5 ribu. Sementara, untuk memasuki kawasan gunung Singgalang, tidak dipungut biaya apapun. Bayarannya, cukup jaga saja alam yang ada di sekitar gunung tersebut.

Lokasi gunung Singgalang tidak begitu jauh dari kota Bukittinggi dan kota Padangpanjang. Mengingat gunung Singgalang dekat dengan dua kota wisata tersebut, bagi yang ingin berlama-lama di kawasan, dapat menginap di beberapa hotel yang ada di dua kota tersebut.

Kalau lapar, di sepanjang jalan menuju gunung Singgalang terdapat banyak restoran yang menyajikan aneka hidangan masakan khas Minangkabau. Tapi perlu diingat, gunung singgalang memiliki karakter cuaca yang sulit ditebak. Tebalnya kabut yang kadang menutup birunya langit akan dilanjutkan dengan hujan yang tentunya mengganggu perjalanan menuju puncak.

Untuk itu, agar tidak mengalami apa yang ditempuh tim cerita sore, pendaki hendaknya memperhatikan kondisi cuaca sebelum menempuh perjalanan. Istilahnya, sedia payung sebelum hujan. Kalaupun nekad untuk menempuh hujan, siapkan dulu alat serta perlengkapan yang memungkinkan pendaki untuk menghadapi the semi-world of survival.

Menjelang puncak, kita tidak akan kesepian. Seperti yang diceritakan tim cerita sore, setapak demi setapak akan ditemani masyarakat sekitar gunung. Mulai dari pemburu burung sampai pencari kayu bakar. Di puncak, berharap saja cuaca akan cerah. Sebab, kedua telaga tadi akan lebih indah untuk dicumbui ketika cerahnya langit menyapa mata. (sumber : Sandy Adri - padang today)

3. Lubuk Minturun Tempat Mandi Meener dan None Belanda
Berwisata ke pemandian alam memang menjadi pilihan banyak warga Kota Padang dan sekitarnya. Barangkali konotasi tempat pemandian sembari menikmati keindahan alam sungguh mengasyikkan. Tak sulit mencari tempat pemandian alam di wilayah Sumbar. Khusus Kota Padang, ada tiga tempat wisata pemandian alam, yakni Lubukparaku, Lubukminturun atau Sarasah Sikayan Balumuik
Berwisata ke pemandian alam memang menjadi pilihan banyak warga KotPadang dan sekitarnya. Barangkali konotasi tempat pemandian sembari menikmati keindahan alam sungguh mengasyikkan. Tak sulit mencari tempat pemandian alam di wilayah Sumbar. Khusus Kota Padang, ada tiga tempat wisata pemandian alam, yakni Lubukparaku, Lubukminturun atau Sarasah Sikayan Balumuik. Jaraknya, dari pusat kota Padang tak jauh, berkisar antara 10 sampai 20 kilometer. Tidak jauh kan?

Khusus untuk Lubukminturun, nama ini telah akrab ditelinga pencinta pemandian alam. Bahkan dari monumen yang ada di lokasi, tempat pemandian ini telah digunakan sejak tahun 1883. Ciri khas dari tempat pemandian ini adalah gemercik kesegaran yang tersuguh berdampingan dengan lori, transportasi kereta gantung peninggalan Belanda. Tak salah rasanya, menjelang puasa objek ini jadi pilihan.

Kesegaran, itulah ungkapan yang pantas untuk menggambarkan aliran air jernih dan bening ini. Kesegaran dan keindahan panorama “menghanyutkan” pencintanya. Aliran dari air terjun dari tebing-tebing ini tak pernah berhenti mengisi aliran tempat pemandian ini. Bahkan, ketika musim kemarau pun. Airnya yang tenang dan jernih akan membuat kita berlama-lama di sini. Bahkan sampai pucat karena kedinginan pun tidak akan terasa. Tapi jangan sampai tenggelam lho.

Pemandian Lubuk Minurun ini berada sekitar 10 kilometer utara Kota Padang. Perjalanan menuju ke obyek itu dapat ditempuh dengan mobil atau motor. Kalau memakai angkutan umum, anda dapat memanfaatkan angkutan kota jurusan Tabing-Lubuk Minturun atau by pass Lubeg menuju batas kota dan turun di simpang Lubukminturun. Selanjutnya anda dapat naik ojek dengan ongkos sesuai kepandaian anda menawar.

Untuk angkutan umum tadi cukup dengan ongkos Rp3 ribu saja. Kiri kanan jalan menuju lokasi suguhan bunga-bunga indah akan menemani anda. Pemandangan tersebut adalah bagian dari jualan masyarakat sekitar mulai dari, bunga-bunga sampai bibit buah. Menjelang selesai pemandangan tersebut, kawasan sejuk pemandian telah menanti anda. Selagi menikmati gemercik air anda akan menyaksikan ribuan ikan larangan seukuran telunjuk orang dewasa. Di sekitar pemandian, bagi yang ingin camping, juga tersedia area untuk camping dan hiking tentunya.

Untuk masuk, setiap pengunjung dikenai pungutan retribusi sebanyak Rp3 ribu untuk anak-anak dan Rp5 ribu untuk orang dewasa. Kalau menggunakan motor atau mobil pribadi pun anda tak usah ragu, karena jalanan dan kawasan parkir yang tersedia cukuip representatif. Jangan lupa untuk mengunci, kendaraan anda dan jangan tinggalkan barang berharga yang memancing pihak tidak bertanggungjawab untuk melakukan aksinya.

Tempat pemandian hasil bentukan alam yang berada di aliran batang Kandis ini telah dinikmati sejak zaman meneer dan none Belanda. Sebuah prasasti dari semen terpasang di tepi pemandian Lubukminturun yang terletak Kecamatan Koto Tangah. Di dalam prasasti itu terdapat tulisan termakan usia dan lumut. Jika diperhatikan tulisan yang terdiri atas tiga baris, terlihat ukiran tulisan latin ‘Diboeka 8-4-1883’, pada baris pertama, ‘oleh’ pada baris kedua, baris ketiga 'penghoeloe...' dan barisan keempat 'Achin..........'.
Prasasti sederhana ini mungkin sering luput dari pengunjung-pengunjung sebelumnya. Dari pengakuan masyarakat sekitar, memang benar kalau tempat ini telah digunakan oleh orang-orang Belanda yang pernah menikmati dan mengeksplorasi bangsa ini. Air jernih, tapi tidak deras. Bagi yang datang dengan keluarga, sebaiknya perhatikan tempat dimana anak-anak anda berenang atau berendam. Ada kalanya mereka larut dengan kesejukan aliran air, hingga lupa telah berada di zona pemandian yang dalam. Bukannya menakut-nakuti, tapi dimana pun kita berwisata waspada tidak boleh dilupakan.

Bagi mereka sering mengikuti balimau (tradisi masyarakat jelang masuk Ramadhan) pemandian ini adalah pilihan. Makanya tak usah heran jika pada hari libur lokasi ini menjadi pilihan liburan, baik keluarga atau pun anda yang senang dengan wisata petualangan.

Tentunya setelah puas mandi-mandi, perut akan keroncongan. Di sekitar lokasi pemandian memang tidak ada tempat makan yang representatif. Kalaupun ada, hanya mie rebus atau makan instan lainnya. Namun, tak jauh dari lokasi pemandian, di mana pemandangan Lubukminturun akan terlihat jelas, terdapat satu hingga tiga rumah makan yang buka pada hari-hari tertentu, khususnya pada hari libur dimana kunjungan ke tempat pemandian tersebut ramai.

Kalau ingin kepastian, bukan ide buruk kalau anda menyiapkan bekal dari rumah. Nasi panas berbungkus daun pisang yang anda bawa dari rumah dilengkapi samba lado dan ikan asin tentunya sangat nikmat untuk disantap setelah menggigil kedinginan usai menikmati kesegaran Lubukminturun. Hemmn…Apalagi kalau datang dengan keluarga. Nasi yang disimpan dalam termos, siap untuk disantap habis.

Jangan heran, kalau di rumah anak-anak sulit untuk menghabiskan santapannya, di sini setelah puas mandi-mandi mereka akan minta tambah. Lengkap kan. Ditemani keluarga, atau orang-orang tersayang anda menikmati sejuknya pemandian dan santapan hebat dengan suasana hangat di tengah kesejukan alam Lubukminturun. Orang Belanda aja mengakui tempat ini memang hebat. (Sumber : Padang Today)

4. Seribu Ketakjuban di Puncak Lawang

Semilir angin sejuk berhempus menerpa tubuh saat bergerak menuju Puncak Lawang. Di atas puncak yang berketinggian ± 1.210 m di atas permukaan laut, kita dapat menikmati keindahan kawasan Danau Maninjau dan Samudra Indonesia
Semilir angin sejuk berhempus menerpa tubuh saat bergerak menuju Puncak Lawang. Di atas puncak yang berketinggian ± 1.210 m di atas permukaan laut, kita dapat menikmati keindahan kawasan Danau Maninjau dan Samudra Indonesia. Tak heran, tempat ini sejak zaman penjajahan Belanda sudah menjadi pilihan peristirahatan kaum bangasawan Belanda. Dari Puncak Lawang, kita dapat menikmati pemandangan yang memukau. Birunya langit yang berpadu dengan birunya laut.

Sambil melayang-layang bebas di udara menjelang mendarat di Bayur, tepian Danau Maninjau, dari atas udara itu kita dapat menikmati keindahan Danau Maninjau yang tiada duanya di dunia ini. Namun keindahan lain akan didapatkan ketika dengan tenang dan bertafakur memandangi Danau Maninjau dari puncak saja.

Saat ke Puncak Lawang, sebaiknya kita tidak hanya menikmati alam dan melakukan Paralayang, tetapi kita juga mesti mencobakan gula tebu (saka) khas Lawang. Saka Lawang ini terkenal dengan kemanisannya yang natural. Tidak jarang, wisatawan yang berkunjung menyempatkan diri membungkus beberapa Saka Lawang untuk dibawa pulang. Puncak Lawang terkenal dengan Sakanya lantaran di sana hampir keseluruhan daerah dipenuhi batang Tebu yang sengaja ditanam sebagai mata pencaharian. Dan rasa gulanya sangat enak dibandingkan gula tebu daerah lain. Bagi mereka yang menyukai tantangan dan lintas alam, kita dapat berjalan kaki lereng menuju Danau Maninjau.

Atau dapat pula melintasi hutan lindung menuju Embun Pagi. Suasana dan keindahan Embun Pagi tidak kalah saat memandang keindahan di Puncak Lawang. Jika kita ingin berlama-lama menikmati Danau Maninjau atau ingin menikmati Panorama Embun Pagi, jangan lupa singgah dulu di Pasar Matur, guna membeli Kacang Matur kacang rendang yang gurih untuk menemani perjalanan wisata anda nantinya. Objek wisata Embun Pagi, terletak tidak seberapa jauh dari objek wisata Danau Maninjau dan juga berada pada ketinggian sekitar ± 1.000 M dari permukaan laut. Berada di Embun Pagi memberikan kebebasan pada Anda untuk melayangkan pandangan menikmati keindahan alam sekitarnya. Dari sini, Anda juga bisa menikmati pesona objek wisata Danau Maninjau dari lain sisi. Berbagai fasilitas pendukung juga tersedia di Maninjau, salah satunya Hotel Maninjau.

Jika kita ingin turun menuju Danau Maninjau dari Embun Pagi, kita dapat menggunakan kendaraan pribadi atau bus umum. Perjalanan ke sana akan mengharuskan kita melewati kawasan Kelok Ampek Puluah Ampek. Menjelang sampai di bawah, kita akan menjumpai aneka macam souvenir seperti topi dari anyaman pandan, tas kampia, koleksi kalung, gelang dari tulang serta tanaman menjalar buah labu yang berkhasiat obat sekaligus dapat dijadikan penganan. Kawasan ini diberi nama Kelok Ampek Puluah Ampek, dalam bahasa Indonesianya tikungan 44, karena memang menjelang kita sampai di Danau Maninjau, kita akan melalui tikungan tajam sebanyak 44 kali. Pada tiap tikungan yang tajam itu, selalu diberi tanda sudah berapa tikungan yang kita lewati, dan semua tikungan itu berjumlah 44 buah.

Begitu anda sampai di bawah, maka anda akan disambut sebuah simpang tiga. Bila belok ke kiri, maka anda bisa pergi berkunjung ke rumah kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang, tepatnya di Kampung Muaro Pauh. Di sebuah rumah sederhana 1908 atau 1325 Hijriah disitulah Hamka dilahirkan. Sekarang bangunan bersejarah itu telah ditempatkan sebagai museum rumah kelahiran Buya Hamka. Bila belok ke kanan, anda bisa menuju Lubuk Basung, ibukota kabupaten Agam. Perjalanan menuju Puncak Lawang salah satu perjalanan wisata yang mesti kita lakukan, karena tidak hanya satu sensasi objek wisata, tetapi sensasi lainnya juga akan tercipta. Pastikan Anda ikut melakukan perjalanan ini. (mahardikawati- padang today)

5. Lubuak Bonta Pesona Alam yang Mengesankan
Berkunjung ke objek wisata pemandian Lubuak Bonta, yang terletak di Korong Tarok Kenagarian Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman mengantarkan kita pada panorama alam yang begitu mengesankan.

6. Masjid Tuo Kayu Jao Saksi Keberadaan Islam Sejak Abad XVI
Agama Islam di Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat ternyata telah berkembang sejak abad ke-16. Hal itu dibuktikan dengan telah berdirinya Masjid Tuo yang berada di Jorong Kayu Jao Nagari Batang Barus Kecamatan Gunung Talang

7. Batu Talempong Talang Anau
Jika selama ini kita hanya mengenal talempong sebagai alat musik tradisional Minangkabau, kali ini tidak lagi. Jika biasanya talempong terbuat dari kuningan, dan bentuknya mirip dengan alat musik gamelan yang ada di Jawa, talempong ini terbuat dari batu. Bunyi yang dihasilkan persis sama dengan alat musik talempong, sehingga dinamakan Batu Talempong Talang Anau.

8. Batu Basurek Peninggalan Aditiawarman
Kabupaten Tanah Datar di Sumatera Barat sebagai tempat asal suku Minangkabau dan disebut juga sebagai Luhak Nan Tuo memiliki banyak sekali tempat sejarah yang dapat dikembangkan sebagai objek wisata budaya, salah satu diantaranya adalah
Kabupaten Tanah Datar di Sumatera Barat sebagai tempat asal suku Minangkabau dan disebut juga sebagai Luhak Nan Tuo memiliki banyak sekali tempat sejarah yang dapat dikembangkan sebagai objek wisata budaya, salah satu diantaranya adalah ' Batu Basurek (Batu Bersurat) di Limo Kaum. Tulisan yang tertulis pada batu tersebut memuat inskripsi dalam huruf Palawa dengan bahasa Sansekerta, yang menyatakan bahwa Aditiawarman adalah Raja Diraja di Kinikamedinindra (pulau emas) tahun 1347.

Batu Basurek di Pagaruyung ditulis tahun 1347, Batu/Banda Bapahek di Saruaso dan beberapa batu bersurat lainnya yang semuanya merupakan peniggalan masa Aditiawarman.

9. Tari Piring, Estetika dan Keberanian
Tari Piring merupakan seni tari yang dimiliki oleh orang Minangkabau.

10. Indahnya Pantai Carocok
Indahnya pantai berpasir putih sungguh menawan hati bagi mata yang melihatnya.

11. Pantai Aia Manih Objek Wisata Favorit Kota Padang
Pantai Aia Manih menjadi lokasi wisata favorit yang ada di Padang. Legenda Malin Kundang akan menyapa pelancong saat menginjaki kaki di pasir berwarna coklat keputihan, Seonggok batu dan relief cerita Malin Kundang menghiasi kawasan wisata pantai yang dipadati pengunjung di waktu liburan.

12. Gunung Padang Legenda Hidup Siti Nurbaya
Gunung Padang merupakan objek wisata yang menjadi legenda hidup cerita Siti Nurbaya. Bukit yang tak begitu tinggi tersebut, dimanfaatkan kalangan pencinta olahraga climbing untuk menguji nyali.

13. Pemandian Batang Tabik di Payakumbuh
Pemandian Batang Tabik merupakan objek wisata pemandian alam dengan air yang sangat jernih dan sejuk, dikelilingi hamparan sawah dan pemandangan alam yang indah.

14. Pesta Tabuik, Ritual Muharram di Pariaman
Pesta Tabuik ini, dulu dikenal sebagai ritual tolak bala, yang diselenggarakan setiap tanggal 1-10 Muharram (kecuali tahun 2004, Pesta Tabuik tidak digelar karena jadwalnya berdekatan dengan pelaksanaan pemilihan umum). Lokasi utama Pesta Tabuik biasanya berada di obyek wisata Pantai Gondoriah, sekitar 65 kilometer arah utara Kota Padang. Tabuik dilukiskan sebagai 'Bouraq', binatang berbentuk kuda bersayap, berbadan tegap, berkepala manusia (wanita cantik), yang dipercaya telah membawa arwah (souls of the) Hasan dan Husein ke surga. Dengan dua peti jenazah yang berumbul-umbul seperti payung mahkota, tabuik tersebut memiliki tinggi antara 10-15 meter.
Puncak Pesta Tabuik adalah bertemunya Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Kedua tabuik itu dihoyak dengan ditingkahi alat musik tambur dan gendang tasa. Petang hari kedua tabuik ini digotong menuju Pantai Gondoriah, dan menjelang matahari terbenam, kedua tabuik dibuang ke laut. Dikisahkan, setelah tabuik dibuang ke laut, saat itulah kendaraan bouraq membawa segala arak-arakan terbang ke langit (surga).


Riau

Pekanbaru memiliki sejumlah obyek dan kegiatan wisata serta budaya yang memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan, baik lokal, nasional, maupun mancanegara. Obyek wisata serta budaya yang memiliki "nilai jual" di Pekanbaru, diantaranya adalah:

1. Masjid Raya Pekanbaru

2. Pasar Durian,

3. Danau Limbungan,

4. Museum dan Taman Budaya Riau,

5. Pusat Eksibisi dan Taman Budaya Raja Ali Haji,

6. Hutan Wana Bhakti,

7. Sungai Siak,
8. Festival Dansa Riau,
9. Festival Obor,
dll.


Kepulauan Riau

Provinsi Kepulauan Riau merupakan gerbang wisata mancanegara kedua setelah Pulau Bali. Jumlah wisatawan asing sebesar 1,5 juta orang pada tahun 2005. Objek wisata di Provinsi Kepulauan Riau antara lain wisata pantai yang terletak di berbagai Kabupaten dan Kota. Pantai Melur dan Pantai Nongsa di Kota Batam, Pantai Belawan di Kabupaten Karimun, Pantai Lagoi, Pantai Tanjung Berakit, Pantai Trikora, dan Bintan Leisure Park di Kabupaten Bintan. Kabupaten Natuna terkenal dengan wisata baharinya seperti snorkeling.

Selain wisata pantai dan bahari, Provinsi Kepulauan Riau juga memiliki objek wisata lainnya seperti cagar budaya, makam-makam bersejarah, tarian-tarian tradisional serta event-event khas daerah. Di kota Tanjungpinang terdapat pulau penyengat sebagai pulau bersejarah karena di pulau ini terdapat mesjid bersejarah dan makam-makam Raja Haji Fisabililah dan Raja Ali Haji yang kedua-duanya adalah pahlawan nasional.

Jambi

1. Taman Nasional Kerinci Seblat
In this national parks, live up to 129 species of birds, 36 mammalians with 24 protected, 10 species of reptiles. 6 species of amphibians, and 8 species of primates. There are also 4000 floras dominated by family of Dipterocarpaceae. Some of these are highly endangered, especially the animals like Sumatera Rhinoceros ( Dicerorhinus sumatraensis ), Wild Mountain Goat ( Capricornis sumatraensis ), Sumatran Tiger ( Panthera tigris sumatraensis ), Sumatran Elephant ( Elephanus maximus sumatranus ), Dead Flower ( Amorphophallus titanum ) and Rafflesia Flower ( Rafflesia arnoldi ).

2. Bukit 30 National Park
» Taman Nasional Kerinci Seblat | » Taman Nasional Bukit 30 | » Taman Nasional Berbak

--------------------------------------------------------------------------------

» Bukit 30 National Park

The Bukit Tigapuluh National Park is an 143,143 hectares area on the low land area of eastern Sumatra, included into two provinces , Riau and Jambi.

Ecologically, this area is classified as low land tropical rainforest, with some intra ecosystem inside like swamp and highland.

Some of endangered species are highly protected here like Dead flower (rafflesia hasseltii and rafflesia arnoldii ), amorphophallus sp, and some endangered animals like Sumatran tiger ( panthera tigris sumatraensis ), tapir ( tapirus indicus ), primates like Siamang ( symphalangus syndactylus ), Ungko ( hylobates sp ), birds ( bocerotidae and argusianus argus ).

This area is also interesting in its natural features of its geology, like the 30 Mountains intrusive complex, folded tertiary sediments, and some offer science breakthrough.

Old tribe which characterize most of Central Sumatra forest is also one uniqueness you will find inside this park like Talang Mamak tribe.


3. Berbak National Park
Berbak National Park is a national park area on the eastern coastline of Central Sumatra included in Ramsar Convention for international wetland conservation.

In 1992, this area is officially stated as National Park by the minister of Forestry, Republic of Indonesia following the original 1935 by Dutch colonial.

Berbak National Park is a national park area on the eastern coastline of Central Sumatra included in Ramsar Convention for international wetland conservation.


Bengkulu

1. Pantai Panjang
Terdapat banyak tempat wisata alam di wilayah Provinsi Bengkulu yang dapat membawa pengunjung merasakan kesan wisata yang tak terlupakan. Di Kota Bengkulu terdapat Pantai Panjang yang indah dan unik, jauh lebih indah dari pada pantai di Bali atau tempat-tempat rekreasi pantai lainnya. ”Pantai Panjang Bengkulu” adalah kawasan pesisir pantai membujur di pesisir Barat Pulau Sumatera sepanjang lebih dari 10 kilometer dihiasi barisan pohon cemara pantai yang begitu indah, romantis dan berbeda dari suasana pantai di belahan dunia manapun. Dihiasi pasir putih dan deburan ombak yang bersih dan eksotik. Posisi pantai yang berada di belahan barat memungkinkan kita menikmati momen ’sun-set’ yang begitu indah setiap hari.

2. Pulau Tikus
Pulau tikus adalah pulau karang kecil di lepas pantai Kota Bengkulu. Pulau ini terletak 90 mil laut dari pesisir Kota Bengkulu ke arah Samudera Hindia. Pulau ini menjadi rumah berbagai macam ikan hias dan sebagai tempat singgah bagi kumpulan ikan yang sedang bermigrasi dari belahan bumi yang satu ke belahan bumi lainnya.

3. Danau Dendam Tak Sudah
Merupakan sebuah danau yang terletak di tengah Kota Bengkulu. Cekungan tanah yang berisi air tawar dari mata air yang mengalir dari kawasan perbukitan di sebelah utara dan timur Kota Bengkulu. Ada berbagai legenda dan cerita rakyat berkaitan dengan danau ini. Di sekeliling danau yang banyak ditumbuhi vegetasi rawa khas hutan tropis menjadi habitat asli ’Anggrek Vanda’ yan merupakan plasma nuftah kawasan lindung Danau Dendam Tak Sudah ini.

4. Taman Hutan Raya ‘Rajo Lelo’
Adalah sebuah kawasan hutan yang dilindungi untuk menjaga kelestarian alam berikut hewan di dalamnya. Dimanfaatkan pula sebagai lokasi perkemahan dan sarana pelatihan oleh banyak organisasi-organisasi pencinta alam, organisasi kepemudaan dan organisasi kepanduan.

5. Kawasan Pegunungan Liku Sembilan
Adalah kawasan perbukitan yang dilalui oleh jalur perhubungan darat antara Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah dengan Kabupaten Kepahiang. Lokasi ini merupakan kawasan bukit barisan yang dilindungi karena kecuraman dan kelabilan lereng perbukitannya. Kawasan Pegunungan ini menjadi habitat utama Bunga Rafflesia yang sering tumbuh dan mekar mulai dari beberapa meter di sisi jalan raya hingga jauh ketengah hutan lindung.

6. Bukit "Gunung Bungkuk"
Adalah setumpuk bukit karang yang tinggi menjulang hingga setinggi gunung. Berlokasi di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah. Bentuknya yang tegak - tinggi dan sedikit mencerminkan seperti tubuh manusia yang sudah ‘bungkuk’ menyebabkan bukit ini dinamai oleh masyarakat lokal sebagai ‘Gunung Bungkuk’.

7. Perkebunan Teh Kabawetan
Kawasan perkebunan teh ini pada awalnya adalah kawasan perkebunan teh yang dikembangkan pada masa Kolonial Belanda. Saat ini kawasan ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Kepahiang yang tempatnya hanya beberapa kilometer dari ibu kota Kabupaten Kepahiang.

8. Bukit Kaba
Kawasan gunung berapi ‘Bukit Kaba’ merupakan salah satu dari objek wisata yang berada di wilayah Kabupaten Rejang Leong. Kawasan wisata ini memiliki berbagai ke-khas-an dibandingkan dengan berbagai objek wisata gunung api lainnya seperti Tangkuban Perahu, Merapi ataupun Tengger.

9. Sumber Air Panas Bumi Suban
Merupakan sumber mata air panas bumi yang masih berhubungan dengan aktifitas Gunung Berapi ‘Bukit Kaba’. Tempat ini merupakan situs wisata alam yang sangat penting di Provinsi Bengkulu dan menjadi lokasi favorit untuk rekreasi keluarga. Suasana tempat pemandian air panas yang nyaman, kolam renang yang bersih dan mengandung unsur penyembuhan menyebabkan tempat ini terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan dari wilayah Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan.

10. Kawasan Tambang Emas Lebong Tandai
Tanah pegunungan dalam gugusan bukit barisan yang indah menjadi semakin mempesona karena mengandung butiran logam mulia di dalamnya. Kenyataan inilah yang membawa bangsa Belanda membuka tambang emas dan melakukan eksplorasi selama bertahun-tahun di wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Kabupaten Lebong ini. Aktifitas penambangan dengan cara tradisional akan dapat menyadarkan kita betapa aktifitas kehidupan dimulai dari sesuatu yang begitu sederhana. Dengan melakukan lawatan ke kawasan ini bukan hanya akan menyegarkan fikiran, tetapi juga dapat menjadi media untuk membuat manusia semakin menyadari betapa Maha Kaya-nya Sang Pencipta Alam ini.

12. Bunga ‘Rafflesia Arnoldi’

Adalah bunga khas yang tumbuh di kawasan hutan bukit barisan, khususnya di wilayah Provinsi Bengkulu. Keunikan bunga ini adalah selain dari bentukya yang jauh lebih besar dari ukuran bunga pada umumnya juga karena proses pemunculannya yang tiba-tiba tanpa memiliki bentuk pohon tertentu. Menurut berbagai keterangan tubuh utama tanaman ini sesungguhnya merambat di dalam tanah. Pada periode-periode tertentu terutamanya pada musim hujan tanaman tersebut akan berbunga yang muncul secara langsung di atas permukaan tanah. Dikelilingi lima lembar kelopak di sekitar lingkaran putiknya, bunga ini tampil dengan warna merah tua berhias bintik-bintik yang unik dan eksotik. Dengan lebar keseluruhan mencapai 75 sampai 125 centimeter bunga ini diklaim sebagai salah satu bunga terbesar di dunia yang tumbuh di alam bebas. Nama ‘Rafflesia Arnoldi’ yang melekat pada bunga ini mengabadikan penemuannya semasa kolonialisme Inggris dengan kepemimpinan Thomas Stamford Raffles di daerah Bengkulu. (La Fortuna)

Sejarah
1. Fort Marlborough
Fort Marlborough adalah sebuah bangunan benteng pertahanan yang terletak di pesisir pantai Tapak Paderi - Kota Bengkulu. Benteng ini dibangun oleh kolonial Inggris pada tahun 1914 – 1719 dibawah pimpinan Gubernur Jendral Josef Colin semasa pendudukan mereka di Wilayah Bengkulu. Benteng Marlborough adalah benteng terbesar yang pernah dibangun oleh Bangsa Inggris semasa kolonialismenya di Asia Tenggara.

2. Fort York
Situs Benteng York adalah sebuah kawasan puing-puing bebatuan bekas bagunan Fort York. Lokasi ini menjadi sebuah situs bersejarah lantaran pada zamannya, di lokasi ini pernah berdiri sebuah benteng pertahanan pertama Kolonialisme Ingggris di tanah Bengkulu. Situs benteng ini berkedudukan di Muara Sungai Bengkulu sedikit menjorok ke dalam. Bangunan ini murni berfungsi sebagai benteng pertahanan utama bangsa Inggris sebelum akhirya dipindahkan setelah selesainya pembangunan Fort Marlbrough.

3. Rumah Kediaman Thomas Stamford Raffles
Thomas Stamford Raffles adalah Gubernur terakhir Inggris di Bengkulu sebelum akhirnya penguasaan terhadap Bengkulu di tukar oleh Pemerintah Kolonial Belanda dengan Pulau Kecil di ujung Semenanjung Malaka, ‘Singapura’. Dalam masa kekuasaannya Raffles tinggal di rumah ini yang selain digunakan sebagai tempat tinggal, juga dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas dalam pemerintahannya. Bangunan ‘Istana Gubenur’ ini terletak sekitar 300 meter ke arah Utara Benteng Marlborough. Diantara kedua bangunan penting ini terdapat Tugu Thomas Parr yang merupakan salah satu monumen penting baik bagi Bangsa Inggris maupun Bangsa Indonesia. Konon cerita pada masanya terdapat terowongan bawah tanah yang menghubungkan Rumah Gubernur ini dengan sisi dalam Benteng Marlborough dengan melalui sisi bawah Tugu thomas Parr.

4. Kompleks Makam Warga Inggris
Dalam rentang masa pendudukannya cukup banyak orang-orang dari kerajaan Inggris yang akhirnya meninggal dunia di Bengkulu. Selain meninggal karena peperangan menghadapi perlawanan rakyat Bengkulu, ada juga yang meninggal karena sakit maupun sebab-sebab lainnya. Dan sebagai bangsa yang besar tentunya masyarakat kolonial Inggris di Bengkulu saat itu melakukan berbagai ritual untuk memberikan penghormatan bagi jenazah-jenazah mereka.

5. Tugu Hamilton
Hamilton adalah salah satu tentara Inggris yang gugur dalam sebuah pertempuran terbuka menghadapi perlawanan rakyat Bengkulu pada masa kolonialisme Inggris di Bengkulu. Untuk mengenang kegigihan dan semangat patriotismenya yang tinggi maka Pemerintah Kolonial Inggris pada masa itu membangunkan sebuah monumen berbentuk semacam tugu di pesisir pantai Panjang Kota Bengkulu. Tempat dimana monumen itu dibangun saat ini menjadi sebuah situs sejarah yang cukup penting hingga akhirya Pemerintah Daerah menempatkannya di titik tengah sebuah bundaran persimpangan arah jalan menuju berbagai situs dan kawasan objek Wisata di Kota Bengkulu. Mengingat patriotisme tentunya akan membuat anak cucu ‘Hamilton’ berbangga pada moyang mereka ini. (La Fortuna)

6. Rumah Pengasingan Bung Karno
Sungguh tiada dapat dipungkiri bahwa kharisma, ketauladanan dan kematangan jiwa sebagai seorang pemimpin besar yang terdapat pada diri Ir. Soekarno – Sang Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia – merupakan hasil dari rangkaian proses yang penuh dengan pahit getirnya perjuangan. Seluruh romantika itu seolah harus beliau alami sebagai prasyarat untuk mengambil ‘tuah’ untuk mengayomi seluruh rasa dan gelora Bangsa Indonesia yang akan dipimpinnya di kemudian hari. Lembaran-lembaran kehidupan telah ‘mengasah’, ‘mengasih’ dan ‘mengasuh’ beliau hingga akhirnya muncul dari inti bumi, menjadi ‘mutiara pertiwi’ yang menyinari perjuangan bangsa dengan hati dan jiwa yang tetap membumi.



Sumatera Selatan

1. Wisata Alam

Sungai Musi
Pulau Kemaro
Taman Hutan Wisata Punti Kayu
Air Terjun Bedegung
Air Terjun Lematang
Air Terjun Mesat
Air Terjun Watervang
Lomba Perahu Bidar
Bukit Serelo
Bukit Sulap
Danau Segayam
Gua Putri
Sumber Air Panas Gemuhak
Sungai Lematang
Arung Jeram

2. Wisata Sejarah

Benteng Kuto Besak
Musium Bersejarah
Bagus Kuning
Kantor Ledeng
Bukit Siguntang
Monpera
Musium Bala Putra Dewa
Taman Purbakala Kerajaan Sriwi
Jembatan Ampera
Sabokingking
Kawah Tekurep
Museum Sriwijaya Subkoss Garud

3. Wisata Kuliner

Pempek
Laksan
Tekwan
Model
Kemplang Goreng
Kemplang Panggang
Martabak HAR


Bangka Belitung

1. Wisata Bahari

Pantai, laut, memancing dan selam

2. Wisata Sejarah
Objek sejarah yang ada di darat seperti tempat pembuangan Soekarno di Gunung Menumbing dan Wisma Ranggam Muntok, Tugu Perjuangan Pahlawan 12, Tugu Perjuangan Tanjung Berikat, Napak Tilas Perjuangan Depati Barin dan Depati Amir, serta di laut seperti kapal-kapal tenggelam yang berada di perairan Bangka Belitung.

3. Wisata Agama
Islam, Khatolik, Konghucu dan Budha

4. Wisata Lingkungan

5. Wisata Budaya/Adat
Perang Ketupat, Rebo Kasan, Mandi Belimau, dll

6. Wisata Alam/Hutan
Air Panas Pemali dan di tempat-tempat lainnya, pendakian Gunung Maras.

7. Wisata Kuliner
Berbagai jenis makanan.

8. Wisata Kebun/Agro Tourism

Kebun sawit, Kebun Lada dan kebun-kebun lainnya.

9. Event-event Kegiatan

Pekan Pameran Pembangunan dan Investasi
Pengadaan Kegiatan Seminar/Lokakarya Nasional
Pasar Malam dan Hiburan Masyarakat
Pentas Musik Kaula Muda
Pentas Musik Jazz
Pertemuan Bisnis dan Investasi

10. Event-event tersebut digelar secara masing-masing atau bersama-sama seperti :
Event Grass Track diagendakan sebanyak 6 etape
Event Olahraga Volley Pantai sebanyak 3 etape
Perlombaan Catur Tingkat Nasional dan Antar Grand Master
Event Pertandingan Bola Kaki bertaraf nasional sebanyak 3 kali dan Internasional 1 kali

11. Event Pertandingan Golf yang dilaksanakan setiap 2 (dua) bulan sekali,
mulai dari Gubernur Cup, PT. Timah Cup, PT. Koba Tin Cup, Ceng Beng, dll.
Pertemuan Dunia Melayu Dunia Islam dan Festival Kesenian Melayu


Lampung

1. Pantai Pasir Putih
Pantai Pasir Putih benar-benar sesuai dengan namanya. Pasir putih memesona ini menyegarkan mata dan menimbulkan hasrat kuat di dalam diri untuk mengelilinginya. Terletak sekitar 20 kilometer dari kota Bandar Lampung, tempat ini semakin dikenal masyarakat akhir-akhir ini.
Cara Mencapai Daerah Ini

Dengan menggunakan mobil yang melewati Jalan Trans Sumatera dari kota Lampung, Anda dapat mencapai daerah ini dalam waktu 30 menit. Anda juga dapat menggunakan angkutan umum dari Lampung yang langsung menuju Pantai Pasir Putih.

Berkeliling
Anda dapat mengelilingi pantai indah ini dengan berjalan kaki. Dengan menggunakan perahu motor, Anda juga dapat mengunjungi Pulau Condong dan Pulau Bule.

2. Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
by Ky0 on Fri Jan 30, 2009 11:36 pm

.

A. Selayang Pandang

Kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dihuni oleh berpuluh-puluh jenis kelelawar hutan, berbagai jenis satwa langka, dan berbagai jenis tumbuhan langka di dunia (informasi dari UNESCO).

Kawasan hutan ini terletak di daerah Lampung hingga Bengkulu yang di dalamnya sudah didata terdapat jenis tumbuhan, antara lain pidada (Sonneratia sp.), nipah (Nypa fruticans), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), cempaka (Michelia champaka), meranti (Shorea sp.), mersawa (Anisoptera curtisii), ramin (Gonystylus bancanus), keruing (Dipterocarpus sp.), damar (Agathis sp.), rotan (Calamus sp.), dan bunga raflesia (Rafflesia arnoldi). Terdapat berbagai jenis binatang antara lain: 118 jenis mamalia, 7 jenis primata, 425 burung, 9 jenis rangkong, 91 jenis reptil dan amphibi, dan 51 jenis ikan. Beruang Madu, Badak Sumatera, Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, dll.
Keistimewaan

Di lokasi wisata ini pengunjung dapat menjelajahi hutan, berenang, bersampan, mengamati tumbuhan di dalam hutan, berkemah, dan menyusuri sungai.

Tumbuhan yang menjadi ciri khas taman nasional ini adalah bunga bangkai jangkung (Amorphophallus decus-silvae), bunga bangkai raksasa (A. titanum) dan anggrek raksasa/tebu (Grammatophylum speciosum). Tinggi bunga bangkai jangkung dapat mencapai lebih dari 2 meter.
Lokasi hutan ini meliputi wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung Barat, dan Bengkulu.

3. Taman Nasional Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas merupakan perwakilan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera.

Gajah-gajah liar yang dilatih di Pusat Latihan Gajah (9 km dari pintu gerbang Plang Ijo) dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, atraksi, angkutan kayu dan bajak sawah. Pada pusat latihan gajah tersebut, dapat disaksikan pelatih mendidik dan melatih gajah liar, menyaksikan atraksi gajah main bola, menari, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, berenang dan masih banyak atraksi lainnya.

4. Gunung Pesagi
Salah cara untuk memperkenalkan suatu objek wisata kepada wisatawan adalah dengan menggelar suatu kegiatan atau even yang dikemas sedemikian rupa, sehingga para wisatawan akan tertarik untuk berkunjung ke daerah tersebut. Dan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat untuk memperkenalkan berbagai objek wisata alam yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata adalah dengan menggelar yang bertajuk Kebut Gunung Pesagi, yang merupakan gunung kebanggaan para pendaki dan pencinta alam dan masyarakat lampung barat. Sebagaimana kita ketahui bahwa Kabupaten Lampung Barat memang memiliki objek dan daya tarik wisata yang lengkap dan kompleks seperti wisata alam, wisata bahari, wisata budaya bahkan wisata sejarah purbakala (megalitikum) pun ada di lampung barat ini

5. Museum Lampung
Museum Lampung adalah salah satu tempat kunjungan wisata sejarah yang dapat digunakan sebagai sarana pendidikan,penelitian dan rekreasi. Terletak dijalan Z.A Pagaralam 5 Kilometer disebelah utara pusat kota Tanjungkarang dan hanya 400 meter dari terminal bus Rajabasa.


Koleksi yang dapat dijumpai adalah benda-benda hasil karya seni, keramik dari negeri Siam dan China pada zaman Dinasti Ming, stempel dan mata uang kuno pada masa penjajahan Belanda dll. Koleksi-koleksi tersebut berjumlah 2.893 buah meliputi benda-benda Geologi, Belanda,Etnografi,Arkeologis, dan lainnya.Museum Ruwa Jurai dibuka setiap hari kecuali Senin dan Hari-hari Besar.

Bola Besi Pembuka Lahan
Merupakan peralatan yang digunakan untuk membuka lahan transmigrasi di wilayah Lampung Timur, Raman Utara dan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Seputih Banyak dan Seputih Raman tahun 1953-1956. Cara pengoperasiannya adalah dengan ditarik dua traktor untuk menumbangkan pohon dan semak di areal tanah yang datar. Bola besi kini menjadi koleksi Museum Lampung.

6. Kain Tapis Lampung
Kain Tapis merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampung dalam menyelaraskan kehidupannya baik terhadap lingkungannya maupun Sang Pencipta Alam Semesta. Karena itu munculnya kain Tapis ini ditempuh melalui tahap-tahap waktu yang mengarah kepada kesempurnaan teknik tenunnya, maupun cara-cara memberikan ragam hias yang sesuai dengan perkembangan kebudayaan masyarakat. Menurut Van der Hoop disebutkan bahwa orang lampung telah menenun kain Brokat yang disebut Nampan (Tampan) dan kain Pelepai sejak abad II masehi. Motif kain ini ialah kait dan konci (Key and Rhomboid shape), pohon hayat dan bangunan yang berisikan roh manusia yang telah meninggal. Juga terdapat motif binatang, matahari, bulan serta bunga melati. Dikenal juga tenun kain tapis yang bertingkat, disulam dengan benang sutera putih yang disebut Kain Tapis Inuh. Hiasan-hiasan yang terdapat pada kain tenun Lampung juga memiliki unsur-unsur yang sama dengan ragam hias di daerah lain. Hal ini terlihat dari unsur-unsur pengaruh taradisi Neolithikum yang memang banyak ditemukan di Indonesia. Masuknya agama Islam di Lampung, ternyata juga memperkaya perkembangan kerajinan tapis ini. Walaupun unsur baru tersebut telah berpengaruh, unsur lama tetap dipertahankan. Adanya komunikasi dan lalu lintas antar kepulauan Indonesia sangat memungkinkan penduduknya mengembangkan suatu jaringan maritim. Dunia kemaritiman atau disebut dengan jaman bahari sudah mulai berkembang sejak jaman kerajaan Hindu Indonesia dan mencapai kejayaan pada masa pertumbuhan dan perkembangan kerajaan-kerajaan islam antara tahun 1500 1700.

Bermula dari latar belakang sejarah ini, imajinasi dan kreasi seniman pencipta jelas mempengaruhi hasil ciptaan yang mengambil ide-ide pada kehidupan sehari-hari yang berlangsung disekitar lingkungan seniman dimana ia tinggal. Penggunaan transportasi pelayaran saat itu dan alam lingkungan laut telah memberi ide penggunaan motif hias pada kain kapal. Ragam motif kapal pada kain kapal menunjukkan adanya keragaman bentuk dan konstruksi kapal yang digunakan. Dalam perkembangannya, ternyata tidak semua suku Lampung menggunakan Tapis sebagai sarana perlengkapan hidup. Diketahui suku Lampung yang umum memproduksi dan mengembangkan tenun Tapis adalah suku Lampung yang beradat Pepadun.


7. Kawasan Wisata Pendidikan Tirtosani
Di tempat ini terdapat tanaman dan satwa langka serta Goa Jepang sebagai peninggalan sejarah pada masa pendudukan Jepang.
Jenis satwa langka yang terdapat di tempat ini adalah Kera Ekor Panjang dengan populasi 300 ekor.
Pengunjung juga dapat menyaksikan Bunga Bangkai.

8. Wisata Desa Pekon Hujung
Pekon Hujung dipenuhi bangunan berciri khas Lampung Barat. Keaslian arsitektur ini terasa lebih ketika pengunjung bersentuhan dengan alam yang begitu segar di kaki Gunung Pesagi yang indah. Keaslian alam, arsitektur dan suku budaya di Pekon Hujung menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Lokasi.
Kecamatan Belalau, Lampung Barat.


Demikian info tempat pariwisata yang ada di Pulau Sumatera, masih banyak lagi tempat pariwisata yang belum dapat disebutkan di forum ini.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pengunjung yang terhormat.


sumber : informasi ini diambil dari berbagai sumber dari website resmi provinsi dan informasi lainnya.

Daftar Blog


 

Indonesia Hijau Copyright © 2009 Community is Designed by Bie

world.gif Pictures, Images and Photos